Bagian (A): Adalah lelaki yang harus selalu kuat
Izinkan aku, mencoba membersihkan kebencian dengan sedikit harapan bahwa semua luka akan sembuh meski bekasnya akan tetap nampak oleh mata. Sekarang, aku mulai lagi merangkai kata-kata yang t'lah lama bersemayam di kepala. Yang mungkin jika dibaca, nampak seperti tangisan bayi yang sangatlah manja. Karena terasa bagai ribuan keluhan, keputusasaan, dan juga sikap loyo lelaki yang hanya meratapi nasib tanpa lakukan perubahan. "Lelaki tak selayaknya bercerita" Kalimat ini terasa benar adanya. Laki-laki harusnya kuat. Harus kuat menanggung semua beban di kepalanya. Tak pantas berkeluh kesah. Harus selalu nampak bahagia. Sedih adalah kelemahan nyata. Kuat adalah sikap jantan yang mutlak adanya. Sayangnya, aku hanya manusia biasa. Benar-benar biasa. Entah apa yang istimewa, mungkin hanya bisa merangkai kata, meski dengan raut wajah yang menurutku terlihat biasa, namun bagi kalian seperti memancarkan aura buruk yang luar biasa. Maaf jika wajah ku mengganggu. Namun tak ada maksu...